Teknologi & Aplikasi

Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Pengambilalihan

2
×

Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Pengambilalihan

Share this article
Ponsel dengan tampilan aplikasi pesan dan simbol keamanan di atas meja

Pesan berisi kode verifikasi WhatsApp tiba-tiba masuk, padahal kamu tidak sedang masuk ke perangkat baru?

Jangan berikan kode itu kepada siapa pun.

Untuk mengamankan Akun WhatsApp dari pengambilalihan, aktifkan verifikasi dua langkah, periksa perangkat tertaut, dan amankan nomor ponsel yang dipakai untuk menerima kode.

Pengambilalihan sering dimulai dari kode verifikasi yang dibujuk keluar melalui telepon atau chat.

Pelaku juga bisa memanfaatkan SIM yang hilang atau akun WhatsApp yang dibiarkan terbuka di perangkat lain.

Langkah di bawah ini bisa kamu lakukan lewat Android maupun iPhone, meski nama menu dapat sedikit berbeda tergantung versi aplikasi.

Kenali Tanda Akun WhatsApp Sedang Diincar

Pesan kode enam digit yang tidak kamu minta adalah tanda untuk waspada, bukan alasan untuk membagikan kode tersebut.

Kode itu berfungsi sebagai bukti bahwa seseorang sedang mencoba mendaftarkan nomor WhatsApp kamu.

Selama kamu tidak memberikannya, permintaan itu saja tidak otomatis membuat orang lain bisa membaca chat.

Perhatikan juga jika tiba-tiba kamu keluar dari WhatsApp, muncul pemberitahuan bahwa nomor didaftarkan di ponsel lain, atau teman menerima pesan mencurigakan dari nomormu.

Perubahan nama, foto profil, atau pesan yang tidak kamu kirim juga patut diperiksa.

Jangan buru-buru menghapus aplikasi karena kamu perlu memastikan status akun dan nomor ponsel masih berada dalam kendalimu.

Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Verifikasi dua langkah menambahkan PIN yang diminta saat nomor WhatsApp didaftarkan kembali.

PIN ini berbeda dari kode verifikasi enam digit yang dikirim lewat SMS atau panggilan.

Mengaktifkan keduanya membantu mengurangi risiko jika seseorang mencoba mendaftarkan nomormu menggunakan kode yang berhasil ia dapatkan.

  1. Buka WhatsApp, lalu masuk ke Setelan atau Settings. Di Android, pilihan ini biasanya ada di menu tiga titik. Di iPhone, buka tab Settings di bagian bawah layar.
  2. Pilih Akun, lalu Verifikasi dua langkah. Jika nama menu berbeda, periksa pembaruan aplikasi atau gunakan pencarian di halaman setelan jika tersedia.
  3. Ketuk Aktifkan, buat PIN enam digit yang tidak mudah ditebak, lalu masukkan kembali untuk konfirmasi.
  4. Tambahkan alamat email pemulihan yang kamu kuasai dan pastikan penulisannya benar. Ikuti petunjuk verifikasi yang muncul di aplikasi.

Hindari PIN seperti tanggal lahir, angka berulang, atau kombinasi yang juga kamu gunakan untuk membuka ponsel.

Jangan mengirim PIN lewat chat, termasuk kepada orang yang mengaku sebagai petugas WhatsApp.

Email pemulihan juga harus dilindungi dengan kata sandi yang kuat dan verifikasi tambahan bila tersedia.

Kalau kamu lupa PIN, gunakan opsi pemulihan yang ditampilkan WhatsApp.

Email yang ditambahkan sebelumnya dapat membantu proses tersebut.

Jika tidak menambahkan email atau tidak bisa mengaksesnya, ikuti instruksi di aplikasi dan bersiaplah bahwa pemulihan mungkin memerlukan waktu; jangan mencoba PIN secara asal berkali-kali.

Jangan Pernah Membagikan Kode Verifikasi

Kode verifikasi adalah kode sekali pakai untuk mendaftarkan nomor telepon.

WhatsApp maupun teman, keluarga, kurir, dan petugas bank tidak membutuhkan kode tersebut untuk membantu urusan lain.

Jika ada orang meminta kode dengan alasan salah kirim, hadiah, lowongan kerja, atau akun bermasalah, anggap permintaan itu mencurigakan.

Misalnya, teman mengirim pesan bahwa ia keliru memasukkan nomormu saat menerima kode dan meminta kamu meneruskannya.

Bisa saja akun teman itu sudah diambil alih, lalu penipu mencoba masuk ke akunmu melalui cerita yang meyakinkan.

Hubungi teman tersebut lewat telepon biasa atau saluran lain yang kamu kenal, tetapi jangan kirim kode melalui chat.

Jangan mengetik kode verifikasi ke situs yang dikirim melalui tautan di pesan.

Periksa juga alamat situs sebelum memasukkan informasi akun apa pun.

Untuk mengenali pengaturan keamanan yang tersedia, kamu bisa membaca Panduan keamanan WhatsApp dan mencari petunjuk terkait melalui pusat bantuan WhatsApp.

Periksa Perangkat Tertaut Secara Berkala

Ponsel dan laptop menampilkan aplikasi pesan saat pengguna memeriksa perangkat tertaut
Periksa sesi perangkat tertaut dan keluarkan perangkat yang tidak lagi kamu gunakan.

WhatsApp bisa digunakan di perangkat tertaut seperti komputer atau browser.

Fitur ini berguna untuk bekerja, tetapi perangkat yang pernah dipakai di tempat umum atau komputer bersama sebaiknya tidak dibiarkan masuk.

Jika orang lain masih memegang akses ke perangkat tertaut, mereka bisa melihat pesan yang tersedia di sana.

  1. Buka WhatsApp di ponsel utama.
  2. Masuk ke menu Perangkat tertaut. Di banyak versi Android, menu ini dapat ditemukan dari ikon tiga titik. Di iPhone, buka Settings, lalu cari Linked Devices.
  3. Periksa daftar perangkat dan waktu aktivitas yang ditampilkan. Jika kamu tidak mengenali perangkat atau sudah tidak menggunakannya, pilih perangkat itu lalu ketuk Keluar.

Nama perangkat atau waktu aktivitas terkadang tidak langsung jelas.

Kalau kamu ragu apakah sebuah sesi masih milikmu, keluarkan sesi tersebut lalu hubungkan kembali perangkat yang memang kamu gunakan.

Biasakan keluar dari WhatsApp Web di komputer kantor bersama atau perangkat pinjaman setelah selesai.

Amankan Ponsel dan Kartu SIM

Keamanan WhatsApp juga bergantung pada perlindungan ponsel dan nomor telepon.

Gunakan kunci layar berupa PIN, pola, kata sandi, atau biometrik.

Jangan memakai kombinasi yang mudah ditebak, dan hindari meminjamkan ponsel dalam keadaan terbuka jika ada chat atau pengaturan akun yang bisa diakses.

Jika WhatsApp menyediakan kunci aplikasi atau kunci layar di perangkatmu, kamu bisa mengaktifkannya sebagai perlindungan tambahan.

Nama dan ketersediaan pilihan dapat berbeda menurut versi aplikasi dan sistem operasi.

Fitur ini membantu membatasi akses langsung ke aplikasi, tetapi tidak menggantikan kunci layar ponsel dan tidak mencegah orang yang sudah mengetahui PIN verifikasi membajak nomor.

Jaga kartu SIM tetap aman dan segera hubungi operator seluler jika ponsel atau SIM hilang, sinyal tiba-tiba hilang tanpa alasan jelas, atau kamu mendapat pemberitahuan tentang penggantian SIM yang tidak diminta.

Tanyakan prosedur pemblokiran dan penggantian kartu melalui kanal resmi operator.

Jangan membagikan data verifikasi operator kepada penelepon yang mengaku akan mengembalikan nomor.

Atur Privasi dan Kurangi Peluang Ditipu

Pengaturan privasi tidak langsung mencegah pendaftaran akun di ponsel lain, tetapi bisa mengurangi paparan informasi yang dipakai untuk membuat pesan penipuan terasa meyakinkan.

Buka Setelan, pilih Privasi, lalu tinjau siapa yang bisa melihat foto profil, info, status, dan waktu terakhir dilihat.

Pilih pengaturan yang sesuai, misalnya hanya kontak untuk informasi tertentu.

Periksa pula pengaturan grup agar orang yang tidak kamu kenal tidak mudah menambahkanmu ke grup tanpa persetujuan.

Jika menerima pesan dari nomor asing, jangan membuka tautan atau mengirim data pribadi sebelum memastikan siapa pengirimnya.

Kamu bisa memblokir dan melaporkan akun yang mengirim ancaman, spam, atau permintaan kode.

Di beberapa perangkat, tersedia pilihan untuk membisukan panggilan dari nomor tidak dikenal.

Fitur ini dapat mengurangi gangguan, tetapi panggilan tetap bisa tercatat dan pengaturannya bisa berbeda antarversi.

Jangan menganggap fitur tersebut sebagai penyaring sempurna; tetap periksa pesan suara atau komunikasi penting dari nomor yang belum tersimpan jika memang sedang menunggu panggilan.

Jika Akun Sudah Terlanjur Diambil Alih

Jika kamu mendadak keluar dari akun, coba daftarkan kembali nomor yang sama di aplikasi WhatsApp resmi pada ponselmu.

Masukkan nomor dengan format yang benar, lalu gunakan kode verifikasi yang dikirim lewat SMS atau metode lain yang ditawarkan aplikasi.

Jangan teruskan kode itu kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sedang membantu pemulihan.

Pendaftaran ulang dengan nomor yang sama biasanya akan mengeluarkan sesi akun di ponsel lain.

Jika aplikasi meminta PIN verifikasi dua langkah yang tidak kamu ketahui, ikuti proses pemulihan resmi yang muncul di layar.

Mungkin ada masa tunggu sebelum kamu bisa masuk, jadi jangan percaya layanan berbayar yang menjanjikan jalan pintas atau meminta kode verifikasi.

Setelah kembali masuk, buka Perangkat tertaut dan keluarkan sesi yang tidak dikenal.

Aktifkan verifikasi dua langkah jika belum aktif, periksa email pemulihan, lalu beri tahu kontak dekat lewat telepon atau kanal lain bahwa mereka sebaiknya mengabaikan permintaan uang dan kode dari akunmu.

Jika nomor tidak bisa menerima SMS atau panggilan, hubungi operator seluler untuk memastikan SIM dan nomor masih aktif.

Untuk langkah yang sesuai dengan kondisi akun, cari panduan pemulihan di situs resmi WhatsApp.

Hindari menghubungi nomor dukungan yang ditemukan dari iklan atau pesan berantai; gunakan kanal resmi yang tercantum di situs atau aplikasi.

Jika kamu masih bisa membuka akun tetapi menemukan pesan yang bukan buatanmu, simpan informasi yang diperlukan dan segera amankan akses sebelum melanjutkan penggunaan biasa.

Kalau Kode Tidak Masuk atau Pengaturan Tidak Ditemukan

Pastikan nomor yang dimasukkan benar, termasuk kode negara Indonesia, dan ponsel mendapat sinyal untuk menerima SMS atau panggilan.

Jangan meminta kode berulang kali dalam waktu singkat.

Tunggu penghitung waktu yang ditampilkan aplikasi, lalu gunakan pilihan panggilan jika memang tersedia.

Jika menu verifikasi dua langkah atau perangkat tertaut tidak terlihat, perbarui WhatsApp melalui toko aplikasi resmi dan buka kembali setelan.

Hindari memasang file aplikasi dari tautan pesan atau situs tidak dikenal.

Bila akun tetap tidak bisa diakses, ikuti petunjuk pada layar dan pusat bantuan resmi, bukan tutorial yang meminta kamu membagikan kode atau memasang aplikasi kendali jarak jauh.

Sekarang, luangkan beberapa menit untuk mengaktifkan PIN verifikasi dua langkah dan memeriksa daftar perangkat tertaut di WhatsApp kamu.

Jika menemukan sesi yang tidak dikenal, keluarkan perangkat itu dan amankan juga kartu SIM serta kunci layar ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *